Kategori

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Favorit:

Powered By Blogger
Jumat, 04 Mei 2012

Sejarah Asal Mula Doraemon

Secara tidak sengaja ketika browsing saya melihat topik ini di 99sumber.com, terus terang saya salah satu bocah yang besar bersama serial ini, sebagai salah satu penonton setia di hari Minggu, terus terang saya baru tau secara lengkap tentang sejarah penciptaan dari Doraemon...dan tidak ada salahnya saya membagikan ini untuk kita semua...
 

















Doraemon adalah sebuah robot Kucing yang dibuat pada tanggal 3 September 2112 di sebuah pabrik yang tidak jauh dari Tokyo. Produksi massal berbagai macam tipe robot terjadi pada abad ke-22.

Karena sebuah kecelakaan dalam proses produksi, mengakibatkan ketidaksempurnaan Doraemon. Doraemon kurang 1 sekrup dibanding robot kucing lainnya sehingga Doraemon menjadi barang kelas dua.

Walau Doraemon tidak begitu baik dalam study-nya. Robot ini lalu dikirim ke Akademi Robot untuk dilatih sebagai robot rumah tangga.

Dalam setiap ujiannya, Doraemon selalu mendapatkan nilai yang buruk (Perhatikan angka 0 pada kertas ujiannya) Namun pada akhirnya Doraemon bisa lulus juga. 

Akibatnya, Doraemon dilelang dan ditawar oleh sebuah keluarga miskin. Dia harus bekerja sebagai babysitter dan menjadi pengasuh dari keturunan Nobita.

Pada suatu hari, saat Doraemon sedang asik tidur siang, sebuah robot tikus menggigit kedua daun telinganya. (Catatan: Sumber lain mengatakan bahwa robot tikus tersebut merupakan milik Sewashi, cicitnya Nobita). Sejak saat itu Doraemon trauma sehingga jadi takut sama tikus.

Kejadian ini membuat Doraemon sangat sedih dan menangis selama 10 hari.
Doraemon menangis…. dan terus menangis…

Karena terus menangis, air mata Doraemon membuat warna asli Doraemon yang kuning terang menjadi luntur… Air matanya menghapus warna tubuhnya… Sehingga jadi biru seperti yang kita tahu sekarang.


sumber: 99sumber.com
Kamis, 03 Mei 2012

Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Siapa yang nggak tau tentang mereka..? apalagi buat mereka yang dibesarkan di awal abad 21 ini... pasti hafal semua lagunya... saya termasuk mereka yang "dulu" hidup bersama grup band ini...

Sheila on 7...

Lagu Kisah Klasik   
di Album Kisah Klasik Untuk Masa Depan  
mengiringi kelulusan SMU saya, dan menjadi Theme Song kelulusan kami (dimana saat itu lagu ini selalu diputar di kelas, tentu saja dengan tape recorder karna saat itu CD masih menjadi barang yang tidak umum hehehe...) benar-benar masa yang cukup menyenangkan sekaligus mengharukan... untuk mengenang masa-masa itu bagi yang mulai memasuki masa dewasa dan buat adek-adek SMP dan SMU yang akan lulus sekolah, maka tidak ada salahnya saya berbagi liriknya yang cukup menyentuh ini (Untuk lagunya silahkan tanya ke mbah Gugle)...Check This Out!  

Kisah Klasik


Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tiada bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang akan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna waktu ini yang akan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
Semoga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Karna hari ini yang akan kita rindukan
Di hari nanti…

Ke: Reff
Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian


Antara Bola Golf, Batu Koral, Pasir dan Kopi

 

Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada paramuridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...